Minggu, 21 November 2010

SEJARAH DAN PROFIL GEREJA KRISTEN PROTESTAN SIMALUNGUN (GKPS) GALANG

SEJARAH DAN PROFIL
GEREJA KRISTEN PROTESTAN SIMALUNGUN (GKPS) GALANG

Pada tahun 1950 Gereja berdiri di Galang yang berlatar belakang HKBP, namun pada saat itu tidak disebut sebagai HKBP karena anggota Jemaatnya adalah dari semua suku Bangsa Batak yakni Toba, Simalungun dan Karo.
Gereja tersebut diatas selesai dibangun pada tahun 1952 dan diresmikan, yang menjadi Porhanger ketika itu adalah H. Simanjuntak (Ka. Kantor Pos Galang pada saat itu) dan pada saat peresmian diadakan pemilihan Sintua dan terpilih adalah:
1. Bp. St. Josep Purba
2. Bp. St. Samuel Ginting
3. Bp. St. Salem Sinaga
4. Bp. St. H. Silitonga
5. Bp. St. D. Lubis.
Pada masa-masa gerombolan sekitar tahun 1955 -1956 di pedesaan, maka banyak suku bangsa Simalungun dan Karo yang dari desa pindah ke Galang, dan dilandasi oleh semangat keharmonisan yang dimiliki oleh orang-orang Simalungun yang terlebih dahulu menganut agama Kristen (menjadi warga jemaat HKBP 1950 - 1960) di Galang, maka timbulah keinginan untuk mendirikan wadah perkumpulan orang Simalungun dan yang mempunyai ahap (rasa kepedulian) terhadap Simalungun, maka tanggal 1 Oktober 1960 diadakan pertemuan pertama yang diprakarsai oleh St. Jendang Purba, St. Samuel Ginting, Rungun Ginting, Robinson Ginting dan Sembaba Barus bertempat di rumah St. Jendang Purba, yang dihadiri oleh 12 kepala keluarga.
Pada pertemuan inilah disepakati untuk membentuk/ menghimpun keluarga orang-orang Simalungun dan yang mempunyai ahap Simalungun (bukan suku Simalungun) yang ada di Galang dan sekitarnya yang belum memeluk agama Kristen (sipayuh begu-begu = kafir) untuk mengadakan partonggoan (kebaktian rumah tangga). Keinginan tersebut disambut positif oleh sebagian kecil orang-orang Simalungun dan orang-orang diluar Simalungun yang mempunyai ahap Simalungun yang selama ini masih sipajuh begu-begu mau menjadi Kristen. Keluarga yang mau menjadi Kristen tersebut adalah Jorei Purba, Maitam Saragih, Ugan Saragih, Jangapit Damanik, Bangkit Purba, Morgaihut Purba dan Jaluan Purba. Dalam rapat tersebut mereka sepakat untuk mengadakan kebaktian rumah tangga 1 X seminggu secara bergiliran, dan dari hasil pembicaraan setiap kali mengadakan kebaktian rumah tangga, direncanakan untuk mendirikan Gereja.
Demi kesinambungan rencana pendirian Gereja GKPS di Galang, maka pengurus harian melaporkan hal tersebut kepada Pendeta GKPS Resort Bangun Purba (Pdt. Calvin Sipayung), sekaligus meminta kesediaan dari parhorja ni kuria (majelis Jemaat) GKPS Bangun Purba untuk melayani ke GKPS Galang. Usul dari pengurus harian GKPS Galang tersebut ditanggapi secara positif oleh Pendeta Bangun Purba dan Parhorjani kuria GKPS Bangun Purba. Hal ini terlihat dari ditetapkannya GKPS Galang menjadi Villial dari GKPS Bangun Purba, oleh karena itu GKPS Bangun Purba meminta kesediaan Evanggelis (guru injil) Sorbaraja Saragih yang ditugaskan oleh Pimpinan Pusat GKPS melayani di GKPS Resort Bangun Purba juga meminta kesediaan dari pada Evanggelis sukarela, yakni Ev. Pardamean Purba dari GKPS Marubun Lokkung, Ev. Johani Saragih dari GKPS Siudan-udan untuk membantu Ev. Sobaraja Saragih melayani ke GKPS Galang secara bergantian. Dalam melaksanakan tugas pelayanan ke GKPS Galang, ke 3 orang Evanggelis tersebut diatas juga dibantu oleh Pdt. Deppermann dari Pematang Siantar (salah satu missionaris Jerman yang bertugas di GKPS).
Untuk mewujudkan niat pendirian Gereja tersebut, maka Jorei Purba dengan penuh suka cita menghibahkan tanahnya yang terletak di kampung Agam yang berukuran 10 x 20 meter sebagai tempat untuk mendirikan Gereja.
Seiring dengan adanya lokasi (pertapakan) untuk mendirikan gereja, maka pada tanggal 1 November 1960 diadakan rapat di rumah St. Jendang Purba untuk membicarakan panitia pendirian Gereja. Dalam rapat tersebut ditetapkanlah St. Jendang Purba sebagai Koordinator pembangunan GKPS Galang.
Didorong oleh semangat kerohanian yang dimiliki oleh orang-orang Simalungun dan orang-orang yang mempunyai ahap Simalungun yang telah memeluk agama Kristen, bagaimana supaya secepat mungkin bangunan Gereja berdiri, keseluruhan peserta rapat mengambil kesepakatan bahwa pendirian Gereja dilakukan secara bergotong royong. Pendirian gedung Gereja tersebut dimulai pada tanggal 18 November 1960. Dengan semangat tinggi, panitia dan beberapa warga Simalungun yang ada di Galang dan sekitarnya bahu membahu bergotong royong untuk mendirikan bangunan Gereja darurat yang berukuran 5 x 8 meter dan selesainya pada tanggal 24 November 1960.
Dengan selesainya pendirian dan pembangunan Gereja darurat tersebut diatas, diambillah kesepakatan untuk memulai kebaktian perdana digedung Gereja tersebut pada hari Minggu tanggal 24 Nopember 1960 yang langsung dipimpin oleh Bp. Pendeta Wilmar Saragih Wakil Eporus pada saat itu, dan sampai sekarang tanggal 24 November 1960 ini ditetapkan sebagai tanggal berdirinya GKPS Galang, dan diperingati dan dipestakan setiap bulan Nopember setiap tahunnya.
Demi kesinambungan pelayanan maka pada tanggal 24 November 1960 (setelah selesai kebaktian) langsung diadakan penambahan parhorjani kuria di GKPS Galang, yakni 2 orang Syamas (learning). Mereka yang terpilih menjadi Syamas pada saat itu adalah : Sy. Jangapit Damanik dan Sy. Bangkit Purba. Setelah selesai pemilihan Syamas maka dilanjutkan pemilihan pengurus harian GKPS Galang, adapun mereka yang diangkat dan ditetapkan untuk menjadi pengurus harian GKPS Galang adalah :
Pengantar Jemaat/ Ketua : St. Jendang Purba
Sekretaris : Sy. Jangapit Damanik
Bendahara ( Kas Bestur ) : Sy. Bangkit Purba.
Berhubung karena parhorja ni kuria (pelayan) di GKPS Galang masih kurang, maka pada tanggal 25 Desember 1960 diadakan pengangkatan/ pemilihan 3 parhorja ni kuria, yakni 2 orang Sintua dan 1 orang Syamas. yang diangkat dan terpilih menjadi Syamas adalah Morgaihut Purba.
Dengan bertambahnya 2 orang Sintua dan 1 orang Syamas maka jumlah keseluruhan parhorja ni kuria GKPS Galang sebanyak 7 orang (6 Sintua; 1 orang Syamas) diharapkan kesinambungan pelayanan di GKPS Resort Bangun Purba menetapkan GKPS Galang sebagai Jemaat persiapan yang masuk ke wilayah pelayanan GKPS Bangun Purba. Namun dikemudian hari setelah memperhatikan jumlah keanggotaan, tempat, kemampuan dan kelayakanannya maka pada bulan November 1963 GKPS persiapan Jemaat Galang diresmikan oleh Pimpinan Pusat GKPS sebagai Jemaat yang mandiri.
Secara perlahan tapi pasti, dari tahun ke tahun semakin banyak orang Simalungun yang masih kafir bersedia masuk agama Kristen dan menjadi jemaat GKPS Galang. Pada tahun 1961, ada 3 keluarga yang berasal dari kafir bersedia menjadi Kristen (warga GKPS Galang), yakni Jakina Purbasilangit, Ajam Damanik dan Turi Purba. Pada tahun 1962 ada 5 keluarga yang berasal dari kafir berkenan memilih agama Kristen, yakni Bindu Tarigan, Malam Damanik, Tima Br. Purba, Arab Br. Sembiring dan Loim Br. Purba. Sejak tahun 1963 sampai dengan tahun 1966, sehubungan dengan pergolakan politik yang terjadi di Negara RI, maka semakin banyak jugalah orang-orang Simalungun yang berasal dari berbagai daerah berdatangan dan bertempat tinggal secara menetap di daerah Galang dan sekitarnya. Secara umum mereka berasal dari daerah Marubun Lokkung, Namorambe dan batu Lapan (Jalan Lubuk Pakam Galang). Dengan semakin banyaknya orang-orang Simalungun yang berdatangan dan bertempat tinggal secara memetap di daerah Galang dan sekitarnya, seiring dengan itu pula maka jumlah Jemaat GKPS Galang semakin bertambah.
Seiring dengan perkembangan dan bertambahnya warga Jemaat GKPS Galang, ehingga bangunan gedung Gereja yang berukuran 5 x 8 meter sudah tidak layak lagi, maka Pengurus dan Anggota Jemaat (Bp. Justin Saragih, ass. Perkebunan Batu Rata) berupaya memperjuangkan untuk memperoleh pertapakan untuk Gereja dan dapatlah Pertapakan Gereja yang ada saat ini pada tahun 1963, maka pada tahun 1966 bangunan GKPS Galang dipindahkan dari kampung Agam ke jalan petani lingkungan VII (lokasi gereja sekarang). Panitia pembangunan GKPS Galang yang pada saat itu diketuai oleh Justin Saragih tetap bekerja sehingga pembenahan fisik Gereja tetap terlaksana, dan pelayanan tetap berkembang seiring perjalanan waktu. Setiap tahunnya warga jemaat GKPS Galang semakin bertambah dan pembanguna fisik serta pelayanan kerohanian juga baik. Oleh karena itu pada bulan Juli 1968, sesuai dengan rapat Majelis Jemaat GKPS Galang diadakan pesta Patibal Batu Onjolan (peletakan batu alas gereja) yang dipimpi oleh Ephorus GKPS Pdt. Jenus Siboro. Pada akhir tahun 1969 pertambahan Anggota Jemaat GKPS Galang sangat terasa seiring dengan penempatan Pegawai Negeri Sipil (PNS), khususnya penempatan tenaga Guru Negeri oleh Pemerintah.
Mengingat pertumbuhan dan perkembangangan GKPS Galang, terlebih dalam kebutuhan pelayanan kerohanian warga, maka pada tanggal 11 Juli 1971 GKPS Galang diresmikan menjadi Jemat Induk (tempat kedudukan Pendeta Resort), yang dimekarkan dari GKPS Resort Bangun Purba, pada waktu itu Pimpinan Pusat GKPS menempatkan Pdt. H. M. Girsang sebagai Pendeta Resort. Sejak tahun 1971, sampai sekarang GKPS Galang terus berbenah diri dalam pembanguna fisik dan pembangunan kerohanian warga Jemaatnya, dalam perjalanannya menyongsong Jubeleum 50 tahun, pada tahun 2002 direncanakan pembangunan gedung Serba Guna yang diketuai oleh St. Binsen Damanik, S.Sos, selesai pembangunannya pada tahun 2006, pada Pesta Ulang Tahun Kuria ke 46 tanggal 24 November 2006 Panitia Pembangunan menyerahkan Gedung Serba Guna kepada Pimpinan Majelis Jemaat, dan hasil Pesta Ulang Tahun ke 46 itu juga disepakati dan ditetapkan sebagai Tondolanni Supak untuk Biaya Renovasi Total bangunan gereja GKPS Galang yang telah mengalami 4 kali perbaikan (Renovasi). Mengingat pertambahan anggota dan keadaan bangunan yang sudah tua dan tidak mampu lagi menampung warga jemaat dalam setiap kebaktian Minggu, maka pada bulan Oktober 2007 dilaksanakan peletakan batu pertama renovasi gedung Gereja GKPS Galang, renovasi bangunan total. Untuk kelanjutan pembangunan gedung Gereja dimaksud, maka pada tanggal 15 Februari 2009 telah diadakan pesta pengumpulan dana pembanganan. Dengan demikian diharapkan gedung Gereja GKPS Galang akan menampung keseluruhan warganya mengikuti kebaktian Minggu. Sejak bulan Juni 2009 karena gedung Gereja yang lama telah dibongkar total untuk renovasi maka kebaktian parmingguan untuk sementara diadakan di gedung serbaguna milik GKPS Galang sampai dengan bulan Februari 2010, dan pada tgl 28 Februari 2010 Gereja baru sudah dapat ditempati kembali meskipun belum selesai seperti kondisi saat ini (Nopember 2010). Berdasarkan laporan Pimpinan Majelis Jemaat GKPS Galang pada Sidang Majelis Jemaat tahun 2009, bahwa pelayanan Jemaat GKPS Galang berjalan dengan baik. Peran serta jemaat sangat mendukung dalam setiap pelayanan, baik dalam hal pembangunan fisik Gereja maupun pelayanan kerohanian Jemaat. Hal ini dapat dilihat dari kehadiran warga Jemaat pada kebaktian Minggu, kebaktian keluarga, persekutuan kategorial (anak sekolah minggu, remaja, pemuda, wanita dan bapa) maupun kegiatan lainnya yang diadakan Gereja terus menunjukkan peningkatan.
Keadaan dan statistik GKPS Galang per tanggal 01 Januari 2010 adalah sebanyak 170 kepala keluarga (135 keluarga lengkap dan 35 keluarga kecil) . Jumlah warga Jemaat GKPS Galang adalah 761 jiwa (343 laki-laki 418 perempuan) yang dilayani sejumlah Anggota Majelis Jemaat antara lain : 1 orang Pendeta, 1 orang Penginjil Wanita, 16 orang Sintua, 20 orang Syamas dan Ketua-ketua Seksi. (Sumber : Laporan GKPS Galang 2009).




Adapun yang pernah dan sedang menjabat sebagai Pengantar Jemaat/ Porhanger di GKPS Galang Mulai dari Tahun 1960 – 2010 adalah sebagai berikut :
1. St. Jendang Purba (Alm).
2. St. R. A. Purba (Alm).
3. St. Pangkat Girsang.
4. St. Rajaudin Damanik, BA.
5. St. Drs. Mensus C. Saragih, MM.
6. St. Drs. Endang Suranta Saragih (periode 2010 - 2015)
Para pendeta yang pernah melayani di GKPS Galang mulai dari tahun 1960 – 2010 adalah sebagai berikut :
1. Pdt. Calvin Sipayung (Alm).
2. Pdt. H.M. Girsang
3. Pdt. B.S. Djawak (Alm).
4. Pdt. M.T. Purba
5. Pdt. Rillensius Damanik
6. Pdt. Elson Damanik
7. Pdt. Jameldin Sipayung
8. Pdt. Donal Girsang
9. Pdt. Almer Trivendi Purba
10. Pdt. Istipanus Sipayung
Para penginjil yang pernah melayani di GKPS Galang mulai dari tahun 1960 – 2010 adalah sebagai berikut :
1. Ev. Sorbaraja Saragih
2. Ev. Pardamean Purba
3. Ev Johani Saragih
4. PP.
5. Pw.
6. Pw. Nemmy Damanik
7. Pw.
8. Meny Suryati Damanik
9. Pw. Siti Roma Sinaga (Alm).
10. Pw. Lentina Saragih
11. Pw. Nurlinda Turnip
12. Pw. Omas Nauli Purba
Para Sintua, Syamas dan Ketua-ketua Seksi (Majelis Jemaat) yang pernah dan sedang melayani di GKPS Galang mulai dari tahun 1960 – 2015 adalah sebagai berikut :
1. St. J. Purba 31. Sy. J. Sipayung
2. St. Josua Damanik 32. Sy. Jalimat Damanik
3. St. Samuel Ginting 33. Sy. P. Damanik
4. St. Jangapit Damanik 34. Sy. T. B. Saragih
5. St. Morgaihut Purba 35. St. B. Sipayung
6. St. Bangkit Purba 36. St. R. K. Damanik, SH
7. St. Ugan Saragih 37. St. Drs. O. Damanik
8. St. Pa. Jamarlun Purba 38. St. J. P. Sinaga
9. St. Justin Saragih 39. St. R. Br. Sinaga
10. St. R. A. Purba 40. St. R. Br. Damanik
11. St. P. Girsang 41. St. Drs.L. Saragih
12. St. J. Munte 42. St. J. R. Purba SPd.
13. St. R. J. Damanik BA. 43 St. Drs. Endang Suranta Saragih
14. St. J. L. Damanik 44. St. Selman Nainggolan, SPd
15. St. D. Sipayung 45. St. Drs. Lajar Karo-karo
16. St. K. Girsang 46. St. Drs.Jhon Lukman Damanik, MM
17. St. Jusuf Saragih 47 St. Rohanna br. Damanik SPd
18. St. J. Silalahi 48. St. Drs. Kardin Freddin Sinaga
19. St. Jasamen Saragih 49. St. Binsen Damanik, S.Sos
20. St. Salem Sinaga 50. St. Drs. Umar Tuah Simanihuruk
21. St. P. A. Saragih 51. St. Rediwaldiston Malau SPd
22. St. Numbei Ginting 52. St. Ramansen Saragih
23. Sy. Bindu Tarigan 53. Sy. Ramli Purba
24. St. Janapei Sipayung 54. St. Jahamin Saragih SPd
25. St. Drs. M. C. Saragih, MM 55. Sy. Mareulina br Damanik SPd
26. St. A. Purba 56. St. Martina br. Sipayung SPd
27. St. S. P. Silangit 57. Sy. Esmina br Sipayung
28. St. Jausin Sinaga 58. Inang R. Br Purba/ Ketua Wanita
29. Sy. M. Saragih 59. Misnawati br Damanik/K. S. Minggu
30. Sy. Jarinsen Purba 60. St. Moses Damanik
61. St. Ir. Marjansyah Saragih. 70. Sy. Malem Rosma br Saragih SPd
62. Sy. Sariamananta Saragig S.Ag. 71. Sy. Lindawati br Damanik
63. Sy. Lestari Girsang SPd 72. Sy. Drs. Masang Purba
64. Sy. Jandiason Sipayung 73. Sy. Rahim Purba SH
65. Sy. Kostarika br Sipayung, SPd 74. Sy. Marinson Purba, Am.Pd
66. Sy. Dra. Jandiosa br Barus 75. Sy. Nursairama br Sinaga
67. Sy. Rohdearni br Munte SPd 76. Sy. Umar Sembiring
68. Sy. Erhulina br Munte SPd 77. Sy. Domu P. Saragih Am.Pd
69. Sy. Lisdewarta br Saragih SPd 78. Erdon Satia Sinaga/ K. S. Pemuda

Adapun yang pernah ditetapkan dan sedang menjabat sebagai Ketua Panitia Pembangunan di GKPS Galang Mulai dari Tahun 1960 – 2010 adalah sebagai berikut:
1. St. Jendang Purba. (1960 – 1963) 2. St. Justin Saragih, (1963 – 19......)
3. St. Drs. M. C. Saragih, MM (19.. - 2002) 4. St. Binsen Damanik, S.Sos (2002 –
sekarang) .
Demikianlah yang dapat disajikan sebagai sejarah berdirinya GKPS Galang dari tgl 24 Nopember 1960 sampai denga 24 Nopember 2010 pada Pesta Jubeleum 50 tahun GKPS Galang yang dilaksanakan pada hari Minggu tgl 21 Nopember 2010, dan diyakini disana sini masih terdapat banyak kekurangan dan kelemahan, agar supaya data ini dapat disajikan lebih lengkap dan lebih baik pada masa mendatang, maka diharapkan masukan dari semua pihak yang memiliki data atau informasi tentang berdirinya GKPS Galang, kiranya dapat disampaikan kepada Pimpinan Majelis Jemaat GKPS Galang.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar